|
Yogyakarta sebagai kota pelajar menjadi tujuan masyarakat
usia sekolah dari seluruh Indonesia bahkan luar negeri. Hal
tersebut berarti mayoritas pemirsa RBTV cukup terdidik
sekaligus berlatar belakang etnis yang sangat variatif.
Dengan latar belakang tersebut menyebabkan masyarakat Yogya
sangat kritis terhadap produk barang dan jasa, tetapi mudah
menerima hal-hal yang bersifat mutakhir dari segi teknologi
maupun budaya. Industri pendidikan yang sangat maju dengan
ratusan perguruan tinggi negeri dan swasta dan seiring
meningkatnya biaya pendidikan di PTN maupun PTS di
Yogyakarta berarti daya beli masyarakat Yogya juga mengalami
kenaikan. Hal ini ditandai dengan maraknya perdagangan
barang dan jasa waralaba lokal maupun asing sebagai ciri
kota besar. Yogyakarta sebagai kota budaya jawa juga menjadi
tujuan wisata turis mancanegara kedua setelah Bali.
Masyarakat Internasional sebagai bagian dari masyarakat
Yogya juga mewarnai pemirsa RBTV. Ciri masyarakat
internasional tersebut adalah memerlukan produk-produk yang
berstandar internasional untuk kebutuhan dasar, tetapi juga
memerlukan hal-hal yang unik sesuai tujuan mereka berwisata
untuk memperoleh pengalam yang berbeda dari rutinitas di
negara asalnya. |